PONDOK PESANTREN MABADI'UL IHSAN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir mengunjungi Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (18/9/2021). Selain meninjau vaksinasi yang diselenggarakan BUMN, juga digelar dialog interaktif dengan para kiai dan santri yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam dialog tersebut, Erick Thohir menyampaikan sejumlah pesan-pesan kepada para santri. Setelah salah seorang santri putri bernama Khoirun Nisa'ul Uyun menyampaikan tentang bagaimana peranan santri dan peluang santri untuk menggeluti dunia entrepreneurship.
"Santri ini beruntung karena dididik dengan penuh keseimbangan. Tidak hanya aspek intelektual, tapi juga ditekankan aspek akhlak dan moralitas," ungkap Erick Thohir.
"Dengan bekal tersebut, akan bisa menjadikan santri memiliki peranan penting dalam berbagai lini," imbuh menteri yang dikenal sebagai pemilik sejumlah klub sepakbola di luar negeri itu.
Ia mencontohkan Kementerian BUMN yang sedang dipimpinnya. Saat ini ditekankan tentang pentingnya akhlak sebagai pondasi kinerjanya. "Percuma kalau kinerja BUMN yang awalnya rugi bisa untung, yang awalnya impor, lantas tidak impor, tapi tidak memiliki amanah sebagai fundamen dari akhlak. Nanti, pasti akan memburuk lagi," terangnya.
Dengan bekal keseimbangan intelektual dan akhlak itulah, imbuh Erick, tinggal menambah dengan expertise (keunggulan lebih) yang harus dimiliki para santri. "Tekuni expertise yang kalian miliki. Seperti saya misalnya. Saya dikenal sebagai pebisnis yang sukses di bidang media dan olahraga. Ini expertise saya," ungkapnya.
"Dari expertise ini," lanjut Erick, "lantas saya dipercaya oleh Pak Presiden untuk memimpin pelaksanaan Asian Games di Indonesia. Hingga sekarang pun saya dipercaya menjadi Menteri."
"Untuk itu, para santri harus mencari expertise masing-masing. Pasti nanti akan menemukan jalannya sendiri. Termasuk dalam dunia entrepreneurship," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Erick Thohir juga menyempatkan untuk meninjau gerai beragam hasil wirausaha yang dikembangkan para santri Mabadiul Ihsan. Mulai aneka jajanan, kopi, batik dan hasta karya lainnya. "Bagus-bagus produknya. Semuanya bisa dikembangkan," ujarnya mengomentarinya.

Selama ini, santri-santri Mabadiul Ihsan juga ditekankan dengan berbagai kemampuan wirausaha. "Selain dibekali dengan ilmu agama, di sini juga kita kembangkan berbagai kemampuan wirausaha. Sehingga nanti akan lahir alumni-alumni yang siap sepenuhnya untuk terjun di tengah masyarakat," pungkas Dewan Pengasuh PP Mabadiul Ihsan H. Sukron Makmun Hidayat.